Jumat, 03 Mei 2013

58. Don’t Take My Best Friend

Awal cerita di mulai saat ada seorang anak perempuan yang bernama Gisella Andrea Ibrahim atau biasa di panggil Gisell, Gisell tinggal di Kota Bogor, Jawa Barat bersama kedua orang tuanya, Pratiwi Wijaya dan Muh.Ibrahim. Gisell sekolah di SMPN 2 Cahaya Bangsa, Gisell duduk di kelas VII.11, Gisell dimasukkan ke kelas unggulan. Disitulah ia bertemu sahabat barunya yaitu Nickta Maya Anggraini, atau yang kerap di panggil Aini, dia sahabat Gisell yg paling cantik, namun Aini merupakan anak yang pendiam, dia sering terlihat pucat, Aini mempunyai adik yang duduk di bangku SD, adik Aini bernama Aura.
Sebelum Gisell bersahabat dengan Aini ia sudah terlebih bersahabat dengan Liona Dwi Kirana, atau yang kerap di panggil Kirana, Kirana merupakan sahabat Gisell yang paling ia sayang, sejak SD Gisell sudah bersahabat dengannya. Kirana merupakan anak konglomerat di Bogor, walaupun ia anak konglomerat (orang kaya) namun ia sama sekali tidak sombong ia bahkan sangat dermawan dan tidak boros.
Pada suatu hari, pada jam pertama Gisell belajar Kimia, Pak Guru membagi mereka menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 4 orang, aku masuk di kelompok 2 yang terdiri dari : Gisell, Kirana, Aini, dan salah seorang anak yang bernama Fauziah Citra Adelia atau yang kerap di panggil Citra. Pada saat praktikum, Aini tiba-tiba pusing akhirnya Kirana mengantarnya ke UKS, Gisell tak ikut mengantar Aini karena ia ketua kelompok, ia tidak mungkin meninggalkan tanggung jawab, jadi ia hanya mengerjakan tugas dan berdoa agar Aini tak apa-apa. Karena memikirkan Aini, Gisell pun tak serius mengerjakan praktikum, dan tanpa ia sengaja, cairan Kimia tumpah ketangannya, Gisell pun panik dan menangis, kemudian Citra yang ada didekatnya langsung membawa Gisell ke UKS diikuti oleh guru dan teman-teman Gisell. Tangan Gisell diobati oleh Citra, ia kagum dengannya walaupun ia tak mengenalnya dia tetap menolongnya.
Saat jam istirahat dengan tangan Gisell yang di balut perban, kedua sahabatku yakni Aini dan Kirana panik dan bertanya “tanganmu kenapa Gisell, kok di perban” Tanya Kirana. “tadi saat praktikum Kimia tanpa sengaja cairan Kimia tumpah ketanganku dan melepuh” jawab Gisell. “tapi kamu nggak apa-apa kan?” Tanya Aini. “nggak apa-apa kok, oh ya keadaan kamu gimana, kamu nggak apa-apa kan? “Tanya Gisell.” “aku cuma sakit kepala biasa kok, aku nggak apa-apa” Jawab Aini. “oh ya siapa yang mengobati dan membawamu ke UKS?” Tanya Kirana. “Citra” singkat Aini. “kita harus berterima kasih padanya karena ia telah mengobatimu, ayo kita cari dia di kantin” ajak Kirana. “ayoo.” kata Aini.
Saat di kantin Gisell, Kirana, dan Aini bertemu dengan Citra dan langsung menghampirinya, “Citra, terima kasih ya, udah nolong aku tadi” kata Gisell. “iya Sell sama-sama” kata Citra. “oh ya kamu mau nggak gabung ama kita?” Tanya Kirana. “boleh..” jawab Citra. Dan sejak saat itu Gisell, Kirana dan Aini bersahabat dengan Citra.
Suatu hari saat di sekolah, Gisell dan sahabat-sahabatnya janjian untuk piknik ketaman. Dan saatnya pun tiba Gisell ke taman dengan hati yang riang, saat sampai di taman Gisell menemui dua sahabatnya Aini dan Citra tanpa Kirana Gisell pun bertanya. “Aini, kok Kirana belum datang?” Tanya Gisell. “akun juga nggak tahu” jawab Aini. “tunggu aja, nanti juga datang kok” kata Citra. Sudah 3 jam meraka bertiga menunggu. Hari pun mulai gelap Kirana belum datang juga, baru kali ini Gisell dikecewain oleh Kirana. Dan akhirnya mereka bertiga pun pulang dengan hati kecewa.
Keesokan harinya, Gisell, Aini dan Citra menunggu Kirana. “duh itu anak kok belum datang sih” kata Citra. Tiba-tiba Kirana datang, namun kali ini ia datang dengan ayahnya dan tidak memakai baju sekolah. “Kir.. lho kok nggak ketaman kemarin dan lho kok juga nggak pakai baju sekolah sih?” Tanya Gisell. “kemarin aku nggak sempat pergi kemarin ayah ku stress karena ia di tipu dan akhirnya bangkrut, jadi aku nemenin Ayahku aku takut terjadi apa-apa sama ayahku, karena itu ayahku mengajakku ke rumah nenekku di Australia untuk melanjutkan hidup, karena ayah ku tak punya apa-apa lagi sekarang, jadi aku akan pindah sekolah ke Australia” kata Kirana sambil meneteskan air mata. “jadi kamu mau ninggalin kami?” Tanya Gisell. “maaf teman-teman aku terpaksa harus meninggalkan kalian, oh ya ayahku udah mau ke Bandara, aku pergi dulu ya teman-teman, jangan lupakan aku” kata Kirana sambil naik ke bus. “selamat jalan Kirana, hati-hati dan jangan lupakan kami juga” kata Citra yang menangis. Akhirnya lonceng berbunyi orang yang biasa duduk di dekat Gisell, pergi meningglakannya.
Sudah hampir 2 bulan Gisell pergi, pada suatu hari Aini mimisan di kelas, hidungnya mengeluarkan darah, akhirnya ayahnya datang menjeputnya, untuk di bawa ke rumah sakit, Gisell dan Citra tak ikut karena mereka harus belajar. Tak lama kemudian lonceng pulang pun berbunyi, Gisell dan Citra bergegas ke rumah sakit, saat sampai ke rumah sakit, “tok.. tok.. tok.” bunyi pintu saat di ketuk oleh Citra. Saat pintu dibuka mereka berdua langsung lari menghampiri Aini yang terbaring lemah di Rumah Sakit, “kamu saki apa Aini?” Tanya Gisell. “aku nggak apa-apa kok” jawab Aini. “nggak apa-apa gimana, kamu aja nggak bisa bangun” kata Citra. Kemudian, seorang suster masuk ke kamar Aini untuk memanggil orang tua Aini untuk menghadap ke Dokter. Saat sampai ke dokter Ibu Aini bertanya “bagaimana dok.. anak saya sakit apa?” Tanya Ibu Aini. “maaf Bu, maaf Pak, sulit untuk mengatakannya, ternyata anak Ibu dan Bapak sakit Kanker Darah Stadium 3” kata Dokter. “apa dokk.. nggak mungkin, anakku nggak mungkin sakit separah itu, nggak mungkin dok” kata Ayah Aini yang tak dapat membendung air matanya. “tapi inilah kenyataannya pak, ini takdir dari Allah” kata Dokter. “Pahh.. Aini Pahh” tangis Ibu Aini.
Kemudian Ayah dan Ibu Aini, masuk ke kamar dengan membawa surat kesehatan Aini dari dokter, Aini bertanya “Mahh, Aini sakit apa Mah?”. “nggak apa-apa nak, kamu sakit biasa karena kecapean” kata Ibu Aini. Ibu Aini tak ingin memberi tahu keadaan Aini sekarang karena ia takut Aini kehilangan semangat untuk hidup. Setelah itu Gisell dan Citra pun beramit pulang ke rumah mereka masing-masing.
4 hari kemudian, Aini pun diputuskan untuk dipulangkan, namun belum diperbolehkan ke sekolah, akhirnya Gisell dan Citra pergi menjenguknya, saat berada di kamar Aini, Gisell tiba-tiba sakit perut dan minta izin ke toilet, saat ke toilet Gisell menemukan surat yang berisi tentang penyakit yang di derita Aini, saat membaca surat itu Gisell sangat bersedih ternyata sahabatnya menderita Kanker Darah Stadium 3. Kemudian Gisell langsung mengambil surat itu. Setelah itu, Gisell masuk ke kamar Aini, setelah beberapa jam Gisell dan Citra berpamit pulang.
2 hari kemudian, Aini pun kesekolah, ia masih terlihat pucat, namun Citra tak ke sekolah karena ia mengikuti suatu lomba jadi dia tidak sempat ke sekoah. Saat jam pelajaran di mulai, Aini lupa membawa buku, jadi ia ingin meminjam buku sama Gisell. “Sell, aku lupa bawa buku nih, aku pinjam buku kamu yah” kata Aini. “oh iya, ambil aja di tas” kata Gisell. Saat Aini membuka tas Gisell, ia melihat kertas yang berisi penyakit yang dideritanya, dan ia pun pingsan saat mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit separah itu. Setelah itu semua siswa di kelas langsung kaget akhirnya Gisell membawa Aini ke rumah sakit dan langsung menghubungi orang tuanya.
Saat sampai di rumah sakit Gisell kemudian menhubungi Citra dan menyuruhnya ke RS, lalu tiba-tiba HP Gisell berbunyi lagi dan ternyata yang menelpon adalah Kirana. “halo Gisell, aku ada di Indonesia sekarang, penipu ayahku sudah di tangkap jadi semua asset-aset ayahku sudah dikembalikan, jadi aku kembali, oh ya kamu di mana aku ke situ aku rindu banget sama kamu, Aini, dan Citra” kata Kirana. “aku di rumah sakit, Aini masuk RS karena menderita Kanker Darah, sedangkan Citra lagi ikut lomba jadi kira-kira ia baru datang sekitar 2 jam lagi” kata Gisell. “Aini sakit… ok aku ke sana secepatnya, sampai jumpa disana” kata Kirana. “iya” jawab Gisell.
Setelah menutup telepon dari Kirana orang tua Gisell pun keluar dari ruang dokter dan langsung memberi tahu saya bahwa Aini harus di operasi karena itu jalan satu-satunya untuk menyelamatkan Aini. Tak lama kemudian Kirana datang bersama ayahnya, dan langsung lari berpelukan dengan Gisell. 1 jam kemudian dokter keluar dari ruang operasinya dan langsung menemui orang tua Aini. “kami sudah berusaha, namun operasinya gagal, dan sekarang Aini koma, kecil kemungkinan ia bisa selamat” kata dokter. “apa dokter Aini…” tangis Ibu Aini. Mereka pun langsung masuk ke kamar Aini, Aini terlihat tidak sadarkan diri, saat di kamar Aini, Citra mengabarkan Gisell kalau ia sudah sedang perjalanan ke rumah sakit. Dan tiba-tiba, Aini sadar dan langsung bangun memeluk ayah dan ibunya, karena itu mereka semua terkejut dan langsung memanggil dokter, saat dokter memeriksanya dokter berkata. “ini mukjizat dari Allah kanker yang bersarang di tubuh Aini hilang dengan sendirinya, dan sekarang Aini sudah sembuh total, dan sudah boleh pulang’kata dokter.. “alhamdulillahh.. Aini..” kata ibu Aini.
Akhirnya mereka keluar dari kamar Aini dan bergegas pulang, namun Gisell, meminta izin kepada orang tua Kirana dan Aini untuk tetap di rumah sakit menunggu Citra, akhirnya orang tua Aini dan Kirana pulang. “akhirnya kita sudah bersama lagi, tapi kok Citra belum datang yah” kata Kirana. Dan tiba-tiba datanglah sebuah mobil ambulance yang berisi mayat Citra yang sudah tak dikenali, akhirnya Gisell, Kirana, dan Aini sangat kaget dan langsung menghampiri mayat Citra. “Citra… bangun Citra, huhuhu” tangis Gisell. Ternyata Citra meninggal karena kecelakaan Bus saat ingin ke Rumah Sakit. Dan akhirnya orang tua Citra datang untuk mengambil Citra.
Keesokan harinya, Gisell, Kirana dan Aini pergi ke rumah Citra, kemudian mereka pun membawa Citra ke pemakaman, “Citra selamat tinggal, terima kasih udah mau jadi sahabatku” tangis Gisell. “Citra terima kasih sudah menemani Gisell dan Aini saat aku pergi” kata Kirana. “Citra terima kasih sudah mendoakanku, menjengukku saat ku terbaring dirumah sakit” kata Aini. Akhirnya mereka bertiga pun pulang ke rumah masing-masing.
2 tahun kemudian Gisell, Kirana dan Aini bertemu dengan Citra. “Citra kamu masih hidup, kok bisa” kata Kirana. “sebenarnya mayat yang kalian temukan bukanlah mayatku, 2 tahun yang lalu seorang nenek menemukanku masih hidup, dan langsung merawatku, karena aku lupa rumahku jadi aku tinggal bersamanya, tapi lama kelamaan aku mulai ingat kalian dan akupun langsung di antar kerumahku” kata Citra. “akhirnya kita sudah bersama lagi dan takkan pernah terpisah” kata Kirana. “iyyaa” kata Aini. Akhirnya Gisell pun juga berkata “Oh Tuhan Jangan Ambil Sahabatku lagi dariku…”. Akhirnya mereka pun menjadi sahabat yang tak terpisah selamanya…
*Tamat*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar